Sejarah Teknologi PGM-FI Sudah Ada Sejak 1993, Dulunya Dipakai Di Honda NSR500V GP500

Teknologi PGM-FI

Sejarah teknologi PGM-FI atau Pogrammed Fuel Injection sudah ada sejak 1993, dulunya dipakai di motor MotoGP Honda NSR500V yang terjun di GP500.

Teknologi PGM-FI lahir dari kepedulian Honda terhadap lingkungan. Sejak lama Honda terus berinovasi kembangkan teknologi kendaraan ramah lingkungan.

Perhatian dengan kualitas udara, Honda punya satu teknologi andalan yang sengaja dikembangkan dan kini digunakan di seluruh produk motor Honda.

Loading...


Tidak hanya sekedar stiker, tulisan ini sekaligus menegaskan betapa Honda serius ciptakan kendaraan yang mampu menjaga kualitas udara lebih bersih dengan teknologinya.

Teknologi PGM-FI telah mengantongi sertifikat EURO 3 atau standar yang diterapkan negara-negara Eropa berkaitan dengan regulasi ambang batas emisi gas buang CO2 kendaraan.

Teknologi ini telah digunakan sejak 1993 dalam ajang balap bergengsi GP500 lewat motor sport legendaris Honda NSR500V.

Loading...


Kala itu, mesin balap 2 stroke diubah dengan tipe 4 stroke. Saat itu, teknologi inipun disematkan pada Honda RC211V hingga kini.

Teknologi ramah lingkungan ini ternyata mampu membuktikan dapat memberikan nilai plus pada performa motor balap Honda di ajang MotoGP.

Pengembangan dan penyempurnaan dilakukan Honda dalam waktu yang cukup panjang.

Loading...


Akhirnya pada 2005, pabrikan Honda di Indonesia melalui PT Astra Honda Motor (AHM) mengaplikasikan teknologi PGM-FI pada motor bebek legendaris Honda Supra X125.

Dimulainya pengaplikasian PGM-FI pada Supra X125 jadi awal mula ‘pensiunnya’ sistem karburator di seluruh line up Honda di Indonesia.

Penerapan PGM-FI juga berdampak pada banyak faktor, mulai dari performa, keiritan penggunaan bbm, hingga perawatan yang semakin mudah.

Loading...


“Tidak hanya irit, PGM-FI ini juga mudah perawatan dan semakin smart karena ditopang dengan deteksi kerusakan internal pada sistem PGM-FI,” tutur Wahyu, Instruktur Technical Service Function Wahana Honda.

“Kini perawatan dan deteksi gangguan semakin mudah dan tentunya presisi dalam penanganan perbaikan,” tambahnya.

Secara singkat Wahyu menggambarkan sistem PGM-FI. (Sensor Throttle Position, Air temperature, Intake Pressure, Engine Temperature, Engine Speed, Exhaust Gas O2, Concentration) dan diteruskan ke ECM Control (Ignition Timing, Fuel Injection Timing, Fuel Quantity) menghasilkan partikel bahan bakar lebih kecil dan homogen dengan udara, sehingga terbakar dengan sempurna.

Loading...


Keuntungannya mesin lebih mudah dihidupkan meski dingin dan tidak dinyalakan dalam jangka waktu yang lama.

Dalam hal perawatan semakin mudah, Injector, throttle body dan fuel pump tidak perlu dibersihkan secara berkala hanya penggantian saringan bensin setiap 48.000 KM.

Teknologi PGM-FI juga canggih karena dapat mendeteksi kerusakan melalui indikator MIL (Malfunction Indicator Lamp).

Loading...


MIL terdapat di area panel meter dan akan berkedip sesuai dengan kerusakan yang terjadi pada sistem PGM-FI Honda.

Beberapa kerusakan sistem Teknologi PGM-FI berdasarkan kedipan MIL :

1. 1 kedipan Manifoldn Absolute Pressure.
2. 7 kedipan Engine Oil Temperature / Engine Coolant Temperature.
3. 8 Kedipan Throttle Position.
4. 9 Kedipan Intake Air Temperature.
5. 12 kedipan Injector.
6. 21 kedipan O2 sensor
7. 29 Kedipan idle air control valve (IACV)
8. 33 Kedipan Engine Control Module ECM.
9. 54 kedipan bank angle sensor.

Loading...


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here