Sewindu Yamaha King Club Sukabumi Angkat Budaya Pasundan

Yamaha King Club Sukabumi (YKCS), rayakan hari jadinya yang ke-8 tahun. Perayaan sewindu YKCS digelar di lapangan Cijagung, Kadudampit, Sukabumi.

Yamaha King Club Sukabumi

Perayaan itu mengangkat pariwisata Tanah Sunda, (31/8). Bertepatan dengan malam 1 Muharam 1441 H, Yamaha King Club  Sukabumi yang genap berusia sewindu merayakan dengan kegiatan religi yaitu Tabligh Akbar.

Berbeda dengan anniversary tahun lalu, YKCS kali ini mengusung tema ‘Back To The King’ yang mempunyai makna lebih mendalam.

“Kembali ke Raja, bisa berarti di usia delapan tahun YKCS tidak begitu saja melupakan asal muasalnya. Kita hadir di dalam masyarakat, juga peduli akan tahun baru Islam. Maka, adanya ceramah pengajian dan tabligh akbar menjadi suguhan utama YKCS, sebagai bentuk siraman rohani bagi semua member dan warga untuk selalu bersyukur,” terang Dian Agustian sebagai Ketua YKCS.

Selain itu, dalam perayaan sewindu Yamaha King Club Sukabumi ini juga dilakukan kegiatan sosial berupa santunan.

“Santunan berupa uang tunai dan barang kepada 39 orang yatim piatu dan 11 orang jompo. Selanjutnya santunan ke masjid di sekitar korban kebakaran. Hasil swadaya YKCS dan berbagai hamba Allah yang dihimpun, tercatat sebesar lebih Rp 12 juta. Alhamdulillah atas semua partisipasi dermawan yang langsung kami salurkan,” tambah Ketua YKCS.

Acara sewindu YKCS terselenggara atas support dan dukungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, dengan hadirnya Bupati Sukabumi Drs H.Marwan Hamami M.M , Danramil serta Kapolsek Sukabumi Kapolsek IPTU Agus Suherman S.pd.

Yamaha King Club Sukabumi

Seremonial sewindu YKCS yang dilakukan dengan potong tumpeng diiringi dengan kesenian tradisional Karinding. Mempromosikan wisata alam Sukabumi yang sedang berkembang membawa banyak hal positif bagi masyarakat sekitar.

“Semoga acara seperti ini bisa kami agendakan tiap tahun dan juga dalam lingkup kecil dalam memajukan pariwisata daerah, tanpa melupakan silaturahmi antar pengguna RX King khususnya dan klub ataupun komunitas lainnya,” tutup Dian.

Comments
Shares