Siti Farah Nurmeisari

Siti Farah Nurmeisari, Pakai Honda Revo Seorang Diri Touring ke 0 Km “Dasar Orang Gila”

Seorang diri dengan mengendarai Honda Revo FI lansiran tahun 2017, Siti Farah Nurmeisari telah menyelesaikan perjalanannya selama 25 hari touring dengan tujuan titik 0 kilometer, Sabang.

Siti Farah Nurmeisari

Titik 0 Kilometer, Sabang, masih menjadi tujuan touring yang paling digemari oleh kebanyakan Bikers Tanah Air. Tak terkecuali bagi Siti Farah Nurmeisari yang akrab disapa dengan Sist Farah, pergi sejak 4 Juli 2020 dan tiba kembali ke Jakarta pada 29 Juli 2020.

Baca juga : Ridwan Kamil Touring Baksos Pakai Royal Enfield Classic

Lady Bikers yang juga anggota Honda Revo Club (HRC) DKI Jakarta ini, berangkat touring dengan dorongan yang kuat dari rekan-rekannya sesama Bikers. Alasan Lady Bikers pengguna Honda Revo ini touring ke 0 kilometer dikarenakan, untuk mengobati rasa rindunya pada tanah Sumatera. Meski lahir dan besar di Jakarta, orang tua dari Sist Farah berasal dari Sumatera.

“Mulanya sih saya ingin ke titik 0 kilometer karena kerinduan saya pada tanah Sumatera. Sewaktu dulu, pernah ke Sumatera tapi pakai mobil dan tidak sampai ke Aceh. Makanya touring ini saya niatin sampai ke 0 kilometer,” cerita Sist Farah.

Menurut Sist Farah, 0 kilometer memiliki falsafah yang kuat untuk kehidupan. Dalam kehidupan, semua dimulai dari 0 dan pada akhirnya akan kembali menjadi 0 setelah kehidupan usai.

“Kalau pengalaman yang paling menarik, kebetulan dapat kesempatan melihat langsung bunga Raflesia Arnoldi langsung di hutan Bengkulu. Kebetulan kelopak bunganya ada 6 karena kalau biasanya hanya 5,” ujar Sist Farah menceritakan pengalaman menariknya kepada tim zonabikers.com

Selama perjalanan, Sist Farah bersyukur tidak mengalami banyak kendala berat. Hanya masalah ringan seperti, klaher roda motor yang bermasalah karena banyak melahap ganasnya lubang di jalan Sumatera.

Perjalanan Sist Farah mendapatkan sambutan hangat dari para Bikers lainnya. Selama perjalanan, banyak Bikers yang menghubungi Sist Farah untuk sekedar bertemu. Meski banyak yang menghubungi, tak semua Bikers bisa bertemu dengan Sist Farah. Karena, dalam perjalanannya Sist Farah juga mesti dipacu oleh waktu.

“Kalau saya turuti semua, bisa-bisa saya belum sampai di rumah lagi hari ini,” ujar Sist Farah.

Ketika ditanyakan kendala lain yang dialami Sist Farah, sebagai seorang wanita yang sedang melakukan perjalanan jauh. Kendala yang dialaminya ini justru malah terbilang lucu.

“Kendala yang sulit adalah menjemur pakaian dalam!,” ujar Sist Farah.

Hal ini disebabkan, karena sebagian besar Bikers yang mengkondisikan Sist Farah adalah kaum pria. Tentunya kondisi ini menyebabkan rasa sungkan Sist Farah ketika membersihkan pakaian dalamnya.

Perjalanan touring yang memakan waktu selama 25 hari ini, mendapatkan respon yang sangat mengejutkan dari keluarga Sist Farah.

“Waktu aku ijin sama orang tua, Ibu aku jawabnya Cuma simpel. ‘Dasar Orang Gila’ gitu jawabnya,” cerita Sist Farah.

Perjalanan touring Sist Farah, memiliki kesan mendalam untuk dirinya. Sist Farah tak hentinya bersyukur dan terharu akan keindahan alam Indonesia yang sangat indah dan luas.

“Yang jelas Indonesia itu emang benar-benar luas dan indah. Aku sampe beberapa kali netesin air mata. Karena bersyukur banget bisa menikmati secara langsung. O iya, karena ini masih pandemi Covid-19, banyak tempat wisata yang akhirnya enggak bisa aku kunjungi. Dan untukuk nyebrang ke Sabang juga harus pakai rapid test,” pungkas Sist Farah.

Comments