Slow Riders Independent

Slow Riders Independent, Resmikan Pembentukannya Lewat Kopdar Perdana

Sebuah komunitas motor baru kembali terbentuk, Slow Riders Independent (SRI) secara resmi mencanangkan diri turut meramaikan dunia komunitas otomotif roda dua di Indonesia.

Peresmian terbentuknya Slow Riders Independent dilakukan melalui debut kopdar perdananya. Nama komunitas SRI ini sendiri sejatinya telah dikenal dalam beberapa waktu lalu. Dibentuknya komunitas yang beranggotakan pengguna segala jenis dan merek motor ini, berangkat dari adanya beberapa bikers yang belum mengikuti atau sedang tidak mengikuti sebuah komunitas yang telah ada sebelumnya.

Beberapa nama pun muncul sebagai pencetus awal terbentuknya SRI. Diantaranya adalah Sist Echa, Bro Dede Mansyur, Bro Rully dan Bro Andi Pay. Ke empat bikers ini lah yang kemudian memperkenalkan SRI di setiap kegiatan komunitas motor dibeberapa wilayah.

Slow Riders Independent

Kopdar perdana pada tanggal 2 Februari 2020 sekaligus menjadi tonggak bersejarah hari lahirnya SRI. Dalam kesempatan tersebut, Bro Ridwan pun dipilih menjadi Ketua SRI didampingi oleh Bro Rully selaku wakilnya.

“Alhamdulillah, hari ini menjadi hari bersejarah bagi terbentuknya SRI sebagai komunitas bikers dari segala jenis motor dan merek. Melalui kesempatan ini, saya juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan teman-teman yang telah memilih saya untuk memimpin SRI untuk dua tahun kedepan. Semoga kita bersama dapat membangun SRI menjadi komunitas yang berbeda dan bisa saling memberikan manfaat bagi masyarakat luas.” ujar Bro Ridwan, Ketua SRI.

Baca juga : Kopdar Perdana Baderhood, Kumpul Bikers 40 tahun Plus

Untuk ikut menjadi bagian dalam komunitas ini pun sangat mudah, sebab komunitas ini tidak memiliki banyak aturan yang terlalu mengikat para anggotanya. Dengan tidak memandang perbedaan baik dari jenis motor, kapasitas mesin maupun merek motornya, siapapun bisa ikut dalam keluarga SRI.

SRI juga tidak membatasi para biker anggotanya, untuk menjalin silaturahmi dengan bikers lain atau komunitas lain. Bahkan jika anggotanya juga tergabung dengan komunitas lain pun, SRI tetap membuka diri. Dengan catatan, komunitas selain SRI yang diikuti bikers tersebut pun mengetahui, keikutsertaan bikers tersebut di komunitas SRI.

“Di dalam SRI sendiri kami membebaskan anggota untuk brekreasi dan menunjukkan kreatifitas mereka. Kami juga tidak membatasi lingkup pergaulan dari anggota. Silaturahmi kami tanpa batas, tanpa melihat perbedaan. Kami juga terbuka untuk siapapun yang ingin bergabung bersama kami. Dan yang terpenting kami sagat menjunjung rasa kekeluargaan yang kami sebut familyhood.” pungkas Sist Echa, Founder SRI.

Comments
Shares