SSFC Pengda Depok

SSFC Pengda Depok Ajak Pengemudi Ojol Tidak Menggunakan Ponsel Saat Berkendara

Guna menekan angka fatalitas kecelakaan akibat dari kurang konsentrasi karena menggunakan gadget atau ponsel saat berkendara, SSFC Pengda Depok ajak pengemudi ojek online untuk menghentikan kebiasaan menggunakan ponsel saat berkendara.

SSFC Pengda Depok

Data kecelakaan menempatkan faktor kesalahan manusia menjadi penyebab kecelakaan yang tertinggi. Kurang konsentrasi saat berkendara menjadi penyebab kecelakaan yang banyak terjadi. Kurangnya konsentrasi saat berkendara juga bisa disebabkan oleh penggunaan ponsel saat berkendara. Dalam hal ini, guna meminimalisir kecelakaan yang terjadi akibat dari penggunaan ponsel SSFC Pengda Depok pun mengajak para pengemudi ojek online untuk berkomitmen untuk tidak menggunakan ponsel pada saat berkendara.

Baca juga : SSFC Korwil Cileungsi Ajak Bikers Gali Lebih Dalam Tentang Microsleep

Sosialisasi yang dilakukan oleh bikers pengguna Suzuki Satria F150 ini dilaksanakan di dua lokasi yang berbeda. Pertama,  para bikers SSFC Depok ini menyambangi lokasi berkumpulnya para pengemudi ojek online yang berada di kawasan Depok. Pada sesi kedua, SSFC Depok mengundang para pengemudi ojek online untuk mengikuti sebuah acara talkshow yang juga menghadirkan narasumber dari Dinas Perhubungan kota Depok yang diwakili oleh Drs. Dadang Wihana M.Si selaku Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok dan Iptu Nanang Wahyu Wibowo,SH selaku Kanit Dikyasa dan Kamsel Satlantas Polres Metro Depok.

Pada sesi talkshow kedua narasumber memaparkan berbagai data dan fakta yang menjelaskan bahwa berkendara sambil menggunakan gadget ataupun ponsel itu sangat berbahaya. Kegiatan tersebut bisa menyebabkan kecelakaan yang bisa merugikan diri sendiri maupun dengan pengendara lainnya.

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Sementara itu, dalam Pasal 283 disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.

“Dengan adanya sosialisasi ini SSFC Pengda Depok berharap para driver ojek online menyadari bahwa konsentrasi saat berkendara itu sangat penting selain itu harapan kami kedepannya para driver menjadi lebih cerdas dan bijak dalam penggunaan Handphone serta memahami peraturan lalu lintas dan peraturan Mentri Perhubungan yang sudah di terapkan di Indoneaia.” pungkas Bro Achmad Caprut, Ketua SSFC Pengda Depok.

Comments
Shares