Surat Izin Penggunaan Sirine dan Strobo Pada Kendaraan Pribadi? Ini Kata Kombes Pol. Ipung Purnomo

Sirine dan Strobo

Penggunaan sirine dan strobo pada kendaraan pribadi atau kendaraan yang tidak berhak menggunakannya, masih banyak terjadi.

Sirine dan Strobo

Umumnya sirine dan strobo digunakan oleh kendaraan pribadi dengan alasan tertentu, untuk meminta prioritas jalan atau untuk keperluan tertentu.

Loading...


Tak sedikit penggunanya mengaku sudah memiliki ‘Surat Izin’ berkaitan dengan penggunaan alat tersebut.

Untuk hal tersebut, tim zonabikers.com pun mengkonfirmasi kebenarannya kepada Kombes Pol. Ipung Purnomo. Kepada tim zonabikers.com, Ipung menegaskan bahwa tidak ada surat izin yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian berkaitan dengan penggunaan sirine dan strobo pada kendaraan pribadi.

“Tidak ada, sejak saya masih aktif hingga saat ini tidak ada aturan Surat Izin yang berkaitan dengan penggunaan Sirine dan Strobo pada kendaraan pribadi. Baik dari Polsek, Polres hingga Polda dan yang lebih tinggi sekalipun tidak ada. Aturannya sudah jelas kendaraan pribadi bukan kendaraan yang memiliki hak penggunaan sirine juga strobo.” Tegas Ipung Purnomo

Loading...


“Secara aturan pun sudah jelas karena tertuang pada Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Penggunaan lampu isyarat disertai sirine sesuai pasal 134 dan 135, boleh dipasang pada kendaraan yang mendapatkan hak utama.” Lanjutnya.

Pengguna Jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan sesuai dengan urutan berikut:

a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas.
b. Ambulans yang mengangkut orang sakit.
c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas.
d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia.
e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara.
f. Iring-iringan pengantar jenazah.
g. Konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Loading...


Kemudian pada pasal ke 135 pasal 1, disebut kalau kendaraan yang mendapat hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 harus dikawal oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan/atau menggunakan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi sirene.

Jika sudah mengetahui dasar hukumnya, perlu juga paham soal peruntukkan warna pada lampu isyarat atau strobo. Terkait hal ini, tertera di Pasal 59 ayat 5 masih di UULLAJ nomor 22 tahun 2009, dan berikut bunyinya.

a. Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.
b. Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah.
c. Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk kendaraan bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan, dan angkutan barang khusus

Loading...


Pun jika ada kebutuhan pengawalan, Ipung menyarankan untuk menghubungi Kepolisian untuk bantuan pengawalan.