Tes Psikologi

Tes Psikologi Diberlakukan Untuk Pembuatan dan Perpanjangan SIM

Guna menekan angka kecelakaan di jalan raya, dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) Polisi Lalu Lintas memberlakukan tes psikologi.

Seperti dikutip dari NTMC Polri, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukoharjo akan memberlakukan tes psikologi sebagai salah satu syarat pembuatan SIM. Syarat psikotest tersebut akan diberlakukan mulai tanggal 24 Februari 2020 mendatang.

Psikotest ini berdasarkan Pasal 81 ayat 4 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan angkutan jalan yang juga di atur dalam Pasal 36 Peraturan Kapolri Nomor 9 tahun 2012 tentang surat izin mengemudi.

Baca juga : Merokok Saat Berkendara Akan Ditindak Lewat Tilang Elektronik

Baur SIM Satlantas Polres Sukoharjo Aiptu Joko Priyanto menjelaskan, psikotest sebagai syarat pembuatan SIM sendiri merupakan instruksi dari Polda Jawa Tengah. Untuk pelaksanaan psikotest ini melibatkan lembaga profesional psikologi yang ditunjuk Polda Jateng.

“Psikotest ini berlaku baik bagi pembuatan SIM baru maupun bagi perpanjang SIM dan juga untuk semua golongan SIM,” jelasnya, Rabu (12/2).

Psikotest ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dalam hal konsentrasi dan kecermatan. Sehingga dengan adanya pengujian ini, gangguan kondisi psikologi dapat dicegah dan kecelakaan bisa dihindarkan.

Dengan psikotest ini diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan karena penyebab terjadinya kecelakaan kerap diakibatkan karena gangguan kondisi psikologi pengemudi.

“Intinya untuk menekan angka kecelakaan, karena psikologi masyarakat dalam berkendara itu berbeda-beda ada yang emosional, tergantung dari kondisinya,” imbuhnya.

Comments
Shares