Tilang Elektronik Sepeda Motor

Tilang Elektronik Sepeda Motor Sepekan Diberlakukan Ribuan Pelanggar Terjaring

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepolisian Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah memberlakukan tilang elektronik untuk sepeda motor sejak 1 Februari 2020. Sepekan diberlakukan tilang elektronik sepeda motor ini, ribuan motor telah terjaring tilang elektronik akibat melanggar aturan berlalu lintas.

“Selama sepekan sudah menjaring 1.201 pelanggar,” tutur Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar, dikutip dari situs NTMC Polri.

Baca juga : Memberi Kode Adanya Razia di Jalan Raya Bisa Didenda Rp 17 Juta

Perlu diketahui, kamera E-TLE untuk sepeda motor sudah terpasang di ruas Jalan Sudirman-Thamrin Jakarta Pusat. Selain di jalur protokol Ditlantas Polda Metro Jaya juga memasang kamera E-TLE di busway Koridor 6 (Rute Ragunan-Dukuh Atas 2).

Penempatan kamera di busway tersebut dipilih, karena tingkat pelanggaran di jalur tersebut sangat tinggi. Pelanggaran masuk jalur busway pun termasuk dalam kategori pelanggaran terbanyak sejak tilang elektronik sepeda motor ini diberlakukan.

“paling banyak adalah sepeda motor yang melintas di jalur Transjakarta di koridor Halte Duren Tiga,” imbuh Fahri.

Di dua lokasi tersebut total ada 57 kamera pengawas tersebar untuk menangkap pelanggar lalu lintas.

Dikutip dari akun Twitter TMC Polda Metro, ada lima jenis pelanggaran yang akan membuat pemotor kena tindak. Pelanggaran-peanggaran tersebut adalah: tidak menggunakan helm, melanggar stop line (batas berhenti di lampu merah), melanggar marka, menerobos traffic light, melintas di jalur busway.

Tidak ada perbedaan mekanisme tilang elektronik motor dan mobil. Setelah pelanggar tertangkap kamera, mereka akan mendapat surat konfirmasi dari kepolisian. Selanjutnya, pemilik kendaraan wajib mengonfirmasi soal benar-tidaknya pelanggaran tersebut. Batas waktu untuk memberikan konfirmasi tersebut adalah lima hari.