Cat Bunglon

Virus Cat Bunglon Kembali Meriah, Cara Gampang Dongkrak Tampilan

Seperti fashion, atau tren lainnya yang kerap berputar dan memiliki siklus untuk ‘hip’ kembali, hal ini juga berlaku untuk tren di dunia modifikasi motor. Buktinya tren laburan cat bunglon memang mulai memudar beberapa tahun belakangan ini mulai kembali naik daun. Seperti virus yang disebarkan lagi oleh Painting Shop TJM yang lokasinya menjadi satu dengan Bike Corner Jakarta di Jl. Panjang, Jakarta Barat.

Bengkel cat yang dikepalai oleh Ismail Herman ini bahkan sempat mengerjakan 13 motor dengan laburan cat bunglon dalam kurun waktu tiga bulan saja. “Mulai dari motor harian seperti Aerox dan NMax, hingga moge seperti GSX-R600 sudah kena sentuhan cat bunglon,” ucap pemilik nomor 08778240818 ini.

Cat Bunglon

Cerita mengenai awal cat bunglon menjadi tren di bengkel ini pun menarik. Di mana awalnya, Abel Firdaus Waworuntu, pemilik GSX-R150 yang menjadi motor bercat bunglon pertama. Namun karena motornya sering nongkrong di bengkel tersebut, mulai banyak yang ngelirik karena unik Sobat Zonbie.

“Akhirnya, mulai banyak yang ikut. Misalnya yang tadinya hanya ingin mengecat grafis, pas ngelihat cat bunglon keren, terus jadi ikutan. Malah ada yang mau cat helm, malah jadi ngecat motornya. Ada juga yang ngelihat di Instagram,” papar Abel.

Cat Bunglon

Untuk pengecatan,  motor sport fairing 150 cc seperti GSX, CBR atau R15 dipatok Rp 3 jutaan. Lalu Nmax dan PCX Rp 3,5-4,8 jutaan, Aerox Rp 3-4,5 juta. Sedangkan moge dan skuter besar seperti XMax dibanderol Rp 5,5-6,5 juta. Semuanya mengandalkan bahan cat Cargloss dengan pernis Spies Hecker. Sobat Zonbie berminat?

Comments
Shares