Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.
Wednesday, November 25, 2020

Waspada Sob! Penyakit Berbahaya Akibat Virus Yang Jarang Terjadi Ini, Wajib Dikenali

Penyakit yang disebabkan oleh virus beberapa mungkin sudah kita kenal Sob, seperti Influenza atau flu yang merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus. Sedangkan polio, ebola, rubella, MERS, dan HIV/AIDS adalah penyakit akibat virus yang tergolong lebih serius. Selain itu, ada pula penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus yang jarang terjadi namun tetap harus dikenali dan diwaspadai.

Mengutip dari situs alodokter.com, Virus memiliki ukuran yang sangat kecil, bahkan lebih kecil dari bakteri. Sama seperti bakteri, virus juga dapat menimbulkan penyakit pada manusia. Virus bekerja dengan menyerang sel sehat, lalu menggunakannya untuk berkembang biak guna menghasilkan virus yang sama (replikasi). Saat terserang virus, sel bisa mati ataupun rusak dan menyebabkan penderitanya menjadi sakit.

Penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus yang lebih jarang terjadi, antara lain adalah papulosis bowenoid, Japanese encephalitis dan Monkeypox. Kenali ketiga jenis penyakit ini dengan baik agar Sobat Zonbie dapat menghindarinya.

Papulosis bowenoid

Papulosis bowenoid disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Penyakit berbahaya ini menyerang organ kelamin dan dapat menyebabkan munculnya kutil di kelamin pada seseorang yang aktif secara seksual. Pada pria, penyakit papulosis bowenoid disebut PIN (penis neoplasia intraepithelial). Sedangkan pada wanita disebut VIN (vulva neoplasia intraepitel), karena terjadi pada vulva. Pada kasus yang terjadi, penyakit ini dapat menyerang anus dan disebut sebagai AIN (anal intraepithelial neoplasia).

Penyakit papulosis bowenoid dan penyakit kutil di kelamin memiliki jaringan yang sedikit mirip. Keduanya memiliki karakterisitik yang dianggap jinak. Oleh karena itu, papulosis bowenoid dikategorikan sebagai peralihan antara penyakit kutil pada alat kelamin dan penyakit Bowen (kanker ganas pada sel skuamosa di kulit).

Umumnya, kasus papulosis bowenoid ditemukan dalam keadaan jinak, meskipun ada beberapa yang dapat berkembang menjadi ganas. Oleh sebab itu, kondisi pasien yang menderita penyakit ini harus terus dipantau.

Japanese encephalitis

Japanese encephalitis termasuk penyakit yang disebabkan oleh virus yang disebarkan melalui perantara nyamuk. Virus ini juga dapat ditularkan melalui babi dan burung yang terinfeksi, namun nyamuk tetap menjadi perantara utama penyebaran virus Japanese encephalitis. Penyakit ini tidak menular dari manusia ke manusia.

Umumnya gejala awal yang timbul mirip dengan penyakit flu. Namun pada kasus yang jarang terjadi, infeksi virus dapat menyerang otak dan menimbulkan gejala yang lebih parah, seperti demam, disorientasi, kaku kuduk, tidak dapat berbicara, tremor atau gemetar, kelemahan dan kelumpuhan otot, hingga kejang. Gejala biasanya muncul 5- 15 hari setelah terinfeksi virus.

Hingga saat ini, Japanese encephalitis masih belum ada obatnya. Penanganan yang bisa dilakukan untuk penyakit yang disebabkan virus ini adalah dengan mengobati gejala-gejala yang timbul, serta membantu tubuh melawan infeksi tersebut.

Penyakit ini banyak ditemukan di kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Kepulauan Pasifik. Meskipun demikian, Sobat Zonbie tidak perlu khawatir karena sudah ada vaksin untuk Japanese enchepalitis.

Monkeypox

Penyakit yang disebabkan oleh virus selanjutnya adalah monkeypox atau dikenal sebagai cacar monyet. Virus monkeypox menyebabkan kulit penderita mengalami bintil-bintil menyerupai cacar air, meski tidak separah cacar yang umumnya terjadi. Penyakit ini banyak terjadi di negara-negara di benua Afrika bagian tengah dan barat.

Monkeypox menular pada manusia lewat perantaraan tikus (atau hewan-hewan dari kelompok pengerat) dengan cara kontak langsung, digigit, atau terkena darah maupun cairan tubuh hewan tersebut. Manusia juga mungkin menulari manusia lain, namun hal ini jarang terjadi. Mengonsumsi daging yang tidak dimasak dengan baik dari hewan terinfeksi juga bisa menularkan penyakit ini.

Demam dan mual adalah gejala awal monkeypox, baru kemudian muncul bintil-bintil setelah 4-7 hari. Penyakit ini dapat berlangsung selama sekitar 2-3 minggu hingga masa penyembuhan. Pengobatan untuk monkeypox sama dengan pengobatan cacar, begitu pula untuk pencegahannya, yaitu menggunakan vaksin cacar. Hal ini dikarenakan virus monkeypox berkerabat dekat dengan virus cacar.

Selain tiga penyakit di atas, masih banyak lagi jenis penyakit akibat virus yang juga jarang terjadi, namun perlu diwaspadai. Penting untuk menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan sehingga terhindar dari berbagai penyakit. Jika timbul gejala penyakit, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Latest Update

Punya Cara Ajaib, Pemotor Ini Bisa Hindari Tilang Polisi

Pemotor ini punya cara ajaib agar tidak ditilang polisi. Bermaksud untuk menghindari tilang Polisi, pemotor ini main petak umpet di balik mobil. Sebuah video diunggah...

Astra Honda Motor Raih Penghargaan Solar PV Rooftop Champion 2020

PT Astra Honda Motor (AHM) dinobatkan sebagai perusahaan dengan kontribusi progresif pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Indonesia seiring terpilihnya sebagai...

Motor Listrik NIU Kini Telah Hadir di Indonesia

Pasar motor listrik di tanah air makin bergairah dengan hadirnya NIU di Indonesia. NIU merupakan pemimpin global untuk solusi smart urban mobility dengan sepeda...

Rebel 1100, Bobber Bermesin CRF1100L Africa Twin Dengan Dual Clutch Transmission

Siap untuk upgrade motor kalian..? Nahh, Honda kasih sesuatu yang benar-benar baru yakni Rebel 1100. Kini motor sport yang didesain dengan karakter berkendara bergaya...

[HOT ISSUE] New Honda CB1100X, Kolaborasikan Kekuatan CRF1100L Dengan NC750X?

Halo Sobat Zonbie.. Kali ini rumor datang dari Honda yang tengah bersiap menetaskan model baru Honda CB1100X. Para desainer majalah Young Machine selalu bersenang-senang dan...