Webinar FIFGROUP : Menembus Batas, Menuju Disabilitas yang Cerdas dan Mandiri

FIFGROUP Webinar Disabilitas

Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan yang dilakukan oleh FIFGROUP patut mendapat apresiasi tinggi.

Di tengah kondisi pandemi seperti sekarang ini, perusahaan pembiayaan dari anak perusahaan Astra International Tbk tersebut beri dukungan dan kontribusi kepada para penyandang disabilitas melalui webinar bertajuk “Menembus Batas, Menuju Disabilitas yang Mandiri”, Selasa, 15 Juni 2021.

Peserta webinar tersebut adalah pengurus dan alumni siswa Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitas (BBRVPD), Disabilitas Binaan Astra International, Komunitas Kopi Kito Rato, Komunitas Disabled Entrepreneur House, dan masyarakat umum dengan total peserta lebih dari 400 orang.

Loading...


Dalam program tersebut, FIFGROUP berkolaborasi dengan Environment & Social Responsibility (ESR) PT Astra International Tbk dan Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitas (BBRVPD).

Tujuannya untuk pengembangan masyarakat penyandang disabilitas yang cerdas dan mandiri dalam meraih kemandirian dengan cara berwirausaha.

Yulian Warman selaku Chief of Corporate Communication and Corporate Social Responsibility (CSR) FIFGROUP memberikan tips-tips dan semangat pantang menyerah terlebih di situasi yang sulit ini.

Loading...


“Jadikanlah kekurangan kita menjadi kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Dengan memaksimalkan kekuatan penggunaan internet dan terus belajar,” buka Yulian.

“Saya harap acara webinar pada hari ini dapat membekali pemahaman rekan-rekan penyandang disabilitas yang ingin memulai ataupun sedang merintis usahanya. Galilah informasi dan insipirasi sebanyak-banyaknya dari para tokoh sukses yang berhasil membuktikan bahwa keterbatasan tidak menghalangi semangat kita untuk meraih kehidupan yang mandiri,” tambahnya.

Selain dari Yulian, Chief Of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Riza Deliansyah pun memberikan suntikan semangat kepada seluruh peserta webinar agar selalu semangat dalam mewujudkan mimpi menjadi entrepreneur yang mandiri serta motivasi agar tetap optimis dalam menjalani hidup di tengah keterbatasan.

Loading...


“Saya atas nama Astra mengapresiasi webinar yang dilakukan oleh FIFGROUP ini. Dan sejalan dengan Filosofi Astra, Catur Dharma, Butir yang Pertama ‘Menjadi Aset yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara’, Astra senantiasa berkomitmen untuk dapat memberikan manfaat dan membantu mengembangkan Indonesia melalui program kontribusi sosial berkelanjutan,” tutur Riza.

“Salah satu upaya  yang dilakukan Astra adalah  dengan  memberdayakan kelompok penyandang disabilitas melalui Program Astra Disability Connection Program (ADCP),” terangnya.

Hingga saat ini, lanjut Riza, grup Astra telah membina lebih dari 861 penyandang disabilitas dan telah memberikan kesempatan magang dan bekerja kepada 216 orang penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.

Loading...


“Kegiatan tersebut dijalankan dengan melibatkan berbagai pihak, meliputi : Panti Sosial, Komunitas Astra Start Up, Perusahaan Grup Astra dan Lembaga Sosial lainnya. Grup Astra juga mengajak karyawannya untuk dapat berpartisipasi dan berkontribusi  dalam membantu meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas  melalui Program Sahabat Disabilitas Astra.”

Dari dari pihak FIFGROUP dan Astra, hadir pula 2 narasumber muda yang merupakan entrepreneur disabilitas yang sukses menjalankan usahanya di tengah keterbatasan dan masa sulit. Mereka adalah Rahmad Susanto, Business Owner Kopi Kito Rato dan M. Ikhwan Tariqo, Business Owner Disabled Entrepreneur House.

Menembus Batas

Loading...


Melalui kegiatan tersebut, ASTRA dan FIFGROUP berharap disabilitas tak dipandang sebagai penghalang untuk maju seperti yang telah dijalankan oleh 2 narasumber webinar.

Rahmad, anak muda yang kehilangan kemampuan gerak tangan kiri mulai dari siku sampai jemarinya akibat kecelakaan lalu lintas, memulai dengan semangat “kesetaraan”.

Seluruh karyawan yang bekerja di Kopi Kito Rato adalah disabilitas yang telah diberikan pelatihan untuk dapat menjadi barista yang handal. Sasaran customer Kopi Kito Rato cukup luas yaitu pecinta kopi mulai dari anak muda (milenial), keluarga sampai ke customer disabilitas.

Loading...


Dalam kesempatan tersebut Rahmad memaparkan tentang cara pengelolaan bisnis kopinya mulai dari menyusun business model canvas, menentukan produk yang dijual, sasaran customer, media penjualan, dan lain-lain.

“Kami ingin membawa semangat bahwa kita semua setara, sesuai dengan nama Kopi Kita Rato. Bisnis ini kami terus tingkatkan dengan menggunakan business model canvas yang tentu saja memanfaatkan teknologi seperti penjualan melalui media sosial dan online,” ujar Rahmad.

“Masa pandemi tentu saja berdampak pada kita semua. Kami terpaksa menutup seluruh offline store kami di awal masa pandemi. Dan ada 1 produk kami yang lahir di masa pandemi, yaitu Kopi Seliter Kesetaraan, yang bisa merambah seluruh customer kami melalui online,” lanjutnya.

Loading...


Sementara M. Ikhwan Tariqo, Business Owner Disabled Entrepreneur House, menekankan pentingnya aksesibilitas penyandang disabilitas terhadap teknologi, supaya dapat mewujudkan impiannya, salah satunya dengan bisnis digital.

“Saya punya rumus, disability plus technology equal ability. Saat ini teknologi sangat membantu disabilitas dalam seluruh kegiatan sehari-harinya. Beberapa contoh pekerjaan baru bagi para penyandang disabilitas yang berbasis teknologi seperti trader, internet marketer, web developer, dan programmer,” jelas Riqo, sapaannya.

Seluruh materi yang disampaikan langsung diterjemahkan juga ke dalam bahasa isyarat dengan bantuan dari jasa Pusat Layanan Juru Bahasa Indonesia (PLJ Indonesia).

Loading...


Program webinar “Menembus Batas, Menuju Disabilitas yang Mandiri” diharapkan mampu memicu semangat para penyandang disabilitas untuk memulai bisnis secara mandiri serta dapat menyerap ilmu pengelolaan usaha melalui materi narasumber, agar mampu bertahan dan berkembang terlebih di era new normal saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here